Cerita Romantis Chris dan Tina di Master Chef Indonesia (Eps 3)



Kembali penulis misterius, menulis tulisan berdasarkan yang dia tonton. Yaitu Kompetisi Master Chef Indonesia. Dalam acara itu, si penulis terpaku kepada Christina, peserta gadis yang polos, punya semangat besar tapi tidak ada yang menyukainya bahkan kemampuannya pun diremehkan. Si penulis tidak terima lalu menulis cerita tentangnya sesuai yang dia kehendaki dengan memasukan tokoh baru dengan karakter menyerupai dirinya. Dia menulis di pagi hari sambil duduk di teras lantai dua rumahnya yang terbuat dari kayu, ditemani segelas air teh hangat dan pepohonan rindang di depannya. Cerita karangannya itu dia beri judul Cerita Cinta Terlarang.

Cerita Cinta Terlarang

Dalam kompetisi minggu ini. Di babak pertama, pemuda biasa, bernama Chris yang memiliki kemampuan luar biasa dalam menggunakan Pisau hampir memenangkan pertandingan, hanya saja sedikt lebih unggul dari Devi seorang ibu rumah tangga yang ahli dalam memasak.

Devi mendapat keuntungan untuk Babak kedua dalam menentukan tiga jenis keju untuk peserta siapa saja. Dan Devi memberikan keju yang paling asing kepada Chris. Juri Chef Rennata bertanya, “Kenapa kamu memilihkan keju yang paling tidak dikenal masyarakat Indonesia untuk Chris?”
Dan Devi menjawab,”Karena Chris adalah saingan terbesar saya. Dari pertama kompetisi, dia selalu menang. Dan hanya kompetisi ini, saya berhasil menang.  Itupun karena masakan harus sesuai dengan rasa yang disukai oleh bintang tamu Bunda Maya. Dan karena Chris merupakan pemuda yang kurang peka terhadap masakan yang disukai perempuan di atas usianya. Jadi dia kalah dalam tantangan kompetisi kali ini.”

Dalam pertandingan memasak babak kedua, terlihat Chris bicara kepada Tina yang merupakan peserta yang paling tidak diunggulkan tapi memiliki semangat yang sangat besar, “Tina, itu kejunya kurang cepat ngaduknya… nanti pecah.”
Tina yang merasa namanya disebut, tapi karena terlalu fokusu memasak sehingga kurang fokus dengan ucapan Chris lalu bertanya, “Hah…Ulangi lagi yang tadi…”
Kemudian datang Chef Juna yang langsung menyapa Chris, “Kamu bicara apa?”
Dan dijawab Chris, “Itu adonan keju Tina, mulai mengeras dan akan pecah.”
Dan saat bersamaan, adonan keju Tina akhirnya pecah, “Aduh…” Tina langsung berlari menuju dapur dan membawa keju baru lalu memulai dari awal lagi.
Chef Juna menghampiri Tina, “Gimana, sudah mau selesai?”
Dan dijawab Tina,”Belum chef.”
Chef Juna hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala.

Waktunya penjurian. Masakan Chris dicoba paling pertama. Dan masing-masing Juri, juga mencobanya. Juri Chef Rennata yang duluan mencoba dan berkomentar, “Dalam pilihan keju asing tersebut masih ada tiga pilihan lagi dan kamu memakai keju yang paling tidak enak, kenapa?”
Chris menjawab, “Saya mencoba menantang kemampuan diri saya sendiri.”
Sambil mencoba lagi, Rennata bicara, “Mengubahnya menjadi makanan seenak ini. Itu menandakan bahwa kamu hebat.”
Tanpa ekspresi Chris membalas, “Terima kasih Chef.”
Kemudian Chef Juna mencobanya, “Kenapa dipuji terlihat tidak senang?”
Chris hanya menjawab, “Tidak apa-apa Chef…”
Lalu Chef Arnold yang mencobanya, “Rasa kue kamu sangat enak. Tapi penataan kue kamu sangat-sangat buruk. Sebagai orang berkemampuan hebat di antara lainnya, ini sangat aneh.”

Setelah itu satu persatu masakan peserta dicoba dan sampai ke peserta terakhir yaitu Tina. Semua juri yang mencobanya menunjukan ekspresi sangat tidak enak. Juri Chef Juna berkomentar, “Penataan kuenya sangat cantik tapi tidak dengan rasanya.”

Dilanjutkan dengan Chef Rennata, “Sebelum menyajikan kue ke kami, kamu harus mencobanya dulu.”
Kemudian Tina mencobanya dan menjawab, “Tidak enak chef.”
Chef Rennata tidak bisa menahan tawa, “Setidaknya kamu mengakuinya.”
Sedangkan chef Arnold tidak mencobanya. Hanya berkomentar, “Ada apa kamu dengan Chris, masakan Chris enak tapi tampilannya buruk sedangkan kamu tidak enak meski tampilannya bagus. Kalian saling melengkapi.”
Tina hanya bisa memasang wajah cemas.

Akhirnya muncul empat nama yang masuk Present Test, atau tes untuk menentukan peserta yang harus kalah dalam kompetisi dan tidak bisa lanjut untuk berikutnya.
Mereka yang masuk babak bagi yang terburuk ini, diantaranya, Tina, Rizki yang makanannya berbau, dan Hans yang makanannya tidak ada rasa kejunya dan yang terakhir, dengan berat kami memutuskan, Chris.

Di babak Present Test, juri mengomentari mereka, “Cuma Tina, Rizki dan Hans yang masuk babak ini tiga kali. Dan hanya Chris seorang yang masuk babak ini pertama kali setelah berkali-kali memenangkan kompetisi.”
Semua memandang kepada Chris termasuk yang lolospun, yang lagi nonton di atas, menunjukan ekspresi  tidak percaya.
Juri Chef Rennata berucap, “Jika Chris harus tersingkir di babak ini maka yang salah adalah Tina, telah membuat kami kehilangan Chef berbakat.”
Tina terlihat kebingungan dan juri Chef Arnold bicara, “Chris, kamu sengaja menampilkan masakan lebih buruk dari sebelumnya hanya ingin menemani Tina di babak ini kan?”
Dan Chris terlihat malu tapi dia menjawab, “Ini murni kesalahan saya sendiri.”
Kemudian Chef Juna ikut bicara, “Kamu terlihat berapa kali mencoba membantu Tina, setelah tahu Tina menunjukan hal buruk, kamu kurang fokus.”
Chris menjawab, “Saya akui, memang saya kurang bisa konsentrasi.”

Mereka lalu melanjutkan kompetisi memasak. Tidak ada satupun peserta yang lolos di atas, mendukung Tina. Hanya ada Chris yang juga ikut berkompetisi di bawah bersama Tina.

Tina terlihat tidak tahu harus berbuat apa. Bahkan saat memasak pun dia melihat ke depan yang ada Hans dan ke belakang yang ada Rizki. Suasana terlihat tegang dan Chris lalu bicara,”Kamu lebih hebat dari aku, Tina… Motong tanpa melihat yang dipotong.” Semua tersenyum mendengar lelucon Chris. Padahal semua tahu bahwa Chris sangat cepat dan ahli dalam menggunakan Pisau, bahkan dalam memotong bahan masakan dapat dilakukan sangat cepat. Sedangkan Tina hanya kebingunan jadi melihat muka dan belakang sambil memotong bahan masakan di tangannya.

Suatu ketika Tina terlihat kesulitan dalam menggunakan Blender yang merupakan barang keluaran terbaru. Tina mencoba minta tolong dengan Chef, tapi tidak ada yang nolong, bahkan dengan Om kameramen juga tidak ditolong. Hingga Chris yang mencoba mendatangi Tina diteriaki Chef Arnold, “Kamu mau kemana?”
Dan dijawab Chris, “Mau nolong Tina, dia kesusahan menghidupkan Blendernya.”
Dan dijawab balik, “Ini kompetisi bukan saling membantu, kembali ke tempatmu.”

Chris terlihat berat untuk kembali tapi melihat Chef Arnold menghampiri Tina, membuat Chris merasa tenang. Chef Arnold lalu membantu Tina.

Ketiga juri berkumpul di depan dan bicara keras, “Chris, seharusnya menduplikat masakan ditantangan Present Test ini tidak masalah bagimu. Sungguh sangat tidak masuk akal jika masakanmu tidak sama persis apalagi lebih buruk dari Tina. Karena di chanel Youtube kamu, ratusan masakan berhasil kamu duplikat secara sempurna.”
Semua peserta di atas terlihat sangat kagum, “Wow…”
Dan Chris hanya bersikap biasa saja.

Saat semua yang ikut Present Test, terlihat panik menyelesaikan masakannya bahkan bolak balik ke Dapur. Cuma Chris yang terlihat santai dan hanya fokus dengan masakannya dan cukup sekali ke Dapur ketika saat pertama mau memulai memasak.

Dapat ditebak hanya Chris yang hasil duplikat masakannya sangat sama dengan masakan asli. Sebaliknya yang sangat fatal justru masakan Tina.

Saat dilakukan penjurian, semua masakan peserta tidak ada yang menyerupai masakan asli. Diantaranya lipatan kuenya tidak tertutup rapat atau testur kulit kue tidak keras sesuai yang asli. Dan juri Chef Arnold bilang, “Wajar jika kalian tidak bisa meniru persis kue ini. Butuh latihan yang sangat panjang agar bisa membuatnya. Kecuali Chris, meski tidak pernah memakan, atau memasaknya. Dia satu-satunya peserta di sini yang mampu meniru pesis dari bentuk kue bahkan rasanya jauh lebih baik. Bakat Chris luar biasa tapi walaupun begitu, untuk menjadi ahli, dia harus belajar di sini. Sebab rasa dari kelima kue tidak konsisten, berbeda-beda. Itu kekurangan Chris, masakannya masih terikat dengan perasaan yang dia rasakan.”

Tiba waktunya juri berunding untuk menentukan peserta yang harus pulang dari Kompetisi. Saat Juri sedang berunding, Rizki, peserta yang ikut Present Test berkomentar, “Yang sudah dipastikan lolos itu Chris, dan tidak lolos sudah sepantasnya Tina. Tapi kok Chris dan Tina justru sama-sama cemas.”

Juri Chef Juna lalu memberikan pertanyaan kepada Rizki, “Dari Chris, Tina, dan Hans, siapa yang paling layak pulang.”
Rizki menjawab, “Tina, Chef. Karena dia yang paling ceroboh.”
Kemudian Chef Juna bertanya kepada Tina, “Kenapa kami harus mempertahankan kamu?”
Tina dengan penuh keyakinan menjawab, “Saya mempunyai impian yang juga sama dengan impian ibu saya, yaitu untuk menjadi juara. Jadi saya punya beban tersendiri yang menguatkan tekad saya untuk menjadi yang terbaik.”
Dan chef Juna bertanya lagi, “Selain kamu, siapa yang menurut kamu pantas pulang.”
Dan Tina menjawab, “Hans Chef. Karena masakan dia mempunyai rasa yang tidak sesuai, masih lebih baik dari saya yang rasanya masih ada yang sama.”
Chef Juna melanjutkan bertanya ke Hans, “Kalau menurutmu, siapa yang pantas pulang?”
Hans menjawab, “Tina Chef, karena masakannya tidak sesempurna masakan yang asli.”
Kemudian Chef Juna, bertanya kepada peserta yang lolos babak sebelumnya, babak kedua yaitu, Kai, “Bagaimana menurutmu?”
Kai menjawab, “Tina karena dia yang paling buruk dalam memasak.”

Dan akhirnya tiba Chris yang ditanya pertanyaan yang sama,”Menurut saya Hans dan Rizki…”
Sebagai orang yang terkenal baik, jawaban Chris membuat orang bertanya-tanya dan semakin yakin ada hubungan antara Chris dan Tina.
Lalu Chef Juna bertanya lagi, “Kenapa?”
Dan Chris menjawab, “Sudah terlalu banyak yang memilih Tina, jadi saya ingin memilih yang tidak terpilih yaitu Rizki dan Hans.”
Semua langsung tersenyum.

Dan tibalah keputusan akhir dari Juri, “Sesuai pilihan terbanyak. Tina yang harus pulang.”
Itu membuat Tina langsung meneteskan air matanya.

Di saat-saat kepergian Tina, dia memeluk Chris, “Terima kasih, selama ini. Cuma kamu yang peduli aku.”
Chris cuma diam tidak membalas pelukan Tina dan membiarkan Tina pergi begitu saja. Terlihat wajah Chris pucat, dan mata berkaca-kaca. Hingga juri Chef Rennata pun bertanya, “Kamu tidak apa-apa Chris?”
Dan Chris hanya berucap, “Tidak apa-apa Chef?”
Lalu Chef Rennata bertanya lagi, “Terus kenapa kamu terlihat mau menangis.”
Chris menjawab,”Saya terharu masih bisa lanjut. Tidak seperti Tina. Padahal semangat kami sama.”

Kompetisi minggu berikutnya. Semua peserta berbaris di depan untuk menerima penyuluhan dari semua Chef Juri. Dan terlihat Chris meneteskan air matanya. Dan langsung bertanya salah satu juri, Chef Rennata, “Kenapa kamu menangis? Padahal kompetisi kali ini baru dimulai.”
Chris cuma menjawab, “Saya sudah mencoba menghentikannya tapi tidak bisa Chef, saya tidak tahu kenapa.”

Setelah itu kompetisi memasak dilanjutkan. Chris memasak sambil terus meneteskan air mata. Hal itu membuat juri kesal, Chef Arnold berteriak, “Chris… Jika kamu terus memasak dan mengotori masakanmu, maka kami harus mengeluarkanmu dari kompetisi ini.”
Semua terkejut.
Chris menjawab, “Saya sudah berusaha Chef untuk menghentikan ini.”
Chef Arnold lalu bertanya lagi, “Apa harus kami yang menghentikannya…”
Chef Rennata ikut bicara, “Sepertinya harus kita, dan ini pasti bisa menghentikan air matamu itu… Masuklah…”
Semua peserta terkejut dan mengira akan masuk seorang Dokter, tapi justru Tina dengan memakai pakaian biasa. Hal itu langsung membuat Chris tercengang dan air matanya terhenti.
Chef Juna lalu bicara, “Kami mengizinkan Tina untuk menonton kalian berkompetisi hanya hari ini saja. Jadi siapapun yang punya kepentingan dengan dia, cepat selesaikan sekarang. Akan kami beri waktu.”
Semua terdiam hingga Chef Juna berteriak, “Chris… cepat temui Tina. Minta nomor kontaknya, ungkapkan sesuatu atau apapun itu yang perlu dilakukan asal air matamu terhenti, agar kami tidak kehilanganmu yang berbakat dan juga kamu tidak kehilangan Tina selamanya.”
Tina terkejut karena tidak tahu maksud dia diundang, lalu dia pun memasang wajah malu.
Chef Rennata menambahkan, “Waktumu tidak banyak.”

Chris lalu menghampiri Tina, “Sebenarnya… aku… menyukai kamu… jadi…”
Tina langsung menjawab, “Iya, aku mau jadi kekasihmu.”

Semua tercengang. Dan Chef Juna langsung mencairkan suasana, “Waktu sudah habis. Lanjutkan kompetisi kalian. Chris kembali ke tempat. Kami harap kamu tidak menyia-nyiakan bakatmu dan persembahkan pada kami kemampuanmu itu.”

Chris langsung kembali ke meja masaknya. Dan memasak dengan penuh semangat.

Chef Rennata kemudian bicara, “Beruntung kalian tidak satu kompetisi lagi, Chris dan Tina. Jika keduanya masih bertanding. Maka kalian berdua keluar. Karena dalam kompetisi ini hubungan cinta itu dilarang.”

(Selesai)

Si penulis meneguk tehnya. Dan kemudian terdengar suara Bel. Dia lalu menuju pintu di lantai satu. Tampak seorang gadis dihadapannya yang langsung berucap, "Selamat pagi, bang! Saya kurir dan mau mengantarkan makanan yang Anda pesan."
Ini pertama kalinya dia bertatap muka dengan seorang gadis. Dia dengan gugupnya berucap, "Bukannya seharusnya kurir yang mengantarkan pesananku itu seorang laki-laki?"
Gadis itu hanya tersenyum.

(Bersambung)

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

0 Response to "Cerita Romantis Chris dan Tina di Master Chef Indonesia (Eps 3)"

Post a Comment

Hak Cipta Dilindungi

Cerbung.id. Powered by Blogger.