Teror Kematian (Eps 45)

Gunung Api tiba-tiba Erupsi dan asapnya menghalangi cahaya Matahari hingga langit menjadi gelap. Polisi yang tidak sengaja menembak Inda di paha kanan berteriak kepada temannya, "Berhenti mengejar tersangka. Kita harus bawa gadis ini ke Rumah Sakit." Ucapnya panik.
Rekan Polisi terlihat kesal dan terpaksa membiarkan Aga melarikan diri dengan terjun ke sungai.

Di Rumah Sakit, Inda di rawat di kamar yang tidak diperbolehkan kedua Polisi untuk melihatnya dan cuma menunggu di luar depan pintu. Di kamar itu hanya ada Dokter Aliya dengan dua perawat perempuannya sedang mengeluarkan peluru dari paha kanan Inda lalu menjahit, dan memperbannya. Meski dalam keadaan lemah, Inda masih sadar ketika kedua perawat mengikat kedua tangan dan kakinya, "Apa yang kalian lakukan..." Tanya Inda tapi mulutnya langsung disumpal kain oleh Aliya yang tersenyum sinis.

Aliya lalu keluar kamar menemui kedua polisi tanpa membiarkan sedikitpun Inda terlihat di dalam kamar dengan segera menutup pintunya rapat, "Inda sudah tewas. Aku akan beri tahu keluarganya. Sebaiknya kalian pergi. Aku akan bilang ke orang tua Inda, anaknya ditembak oleh kekasihnya. Biar nama Kepolisian kalian tidak tercemar."
Kedua polisi kaget, mereka saling menatap lama, tapi akhirnya memutuskan, "Baiklah, kami serahkan semuanya denganmu. Jangan sampai informasi sebenarnya bocor."
Aliya mengangguk dan kedua polisi segera pergi.

Senyuman sinis tergambar di wajah Aliya ketika menghampiri Inda kembali di dalam kamar setelah mengunci pintu, "Meski kamu sering sakit hati tapi pasti organ hatimu masih bagus." Ucap Aliya sambil mengambil pisau dan mengarahkannya ke perut Inda.
Tentu Inda sangat kaget, akhirnya dia mengerti kenapa Aga kesulitan mengungkap kasus pencurian organ tubuh di rumah sakit ini. Karena pelakunya sendiri orang penting di sini. Anak dari pemilik Rumah Sakit, Aliya.

Inda ingin berteriak tapi tidak bisa, air matanya menetes ketika pisau menggores kulit perutnya.
"Prank..." Tiba-tiba pecahan kaca terdengar.
Kedua perawat melihat ke arah jendela, "Dok, ada seseorang..." Ucap perawat gemetar.
Aliya kesal, "Mustahil ada orang di luar jendela, karena kamar ini berada di atas jurang." Ucapnya sambil melihat ke jendela.

Tampak sosok menyeramkan, kepala berambut panjang dengan organ tubuh yang terjuntai sedang melayang di luar jendela.
Kedua perawat ketakutan dan segera menuju pintu, "Dokter buka pintunya!"
Aliya yang gemetar dan tidak percaya dengan yang dia lihat juga menuju pintu, "Minggir kalian." Ucapnya sambil membuka kunci pintu.

Ketika pintu terbuka, tampak seorang gadis cantik berdiri dengan pakaian berwarna merah dan kain syal yang membungkus lehernya, "Nama ku Yani, Aku ingin menjenguk temanku yang di rawat di sini." Ucapnya dengan tatapan tajam.

(Bersambung)

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

0 Response to "Teror Kematian (Eps 45)"

Post a Comment

Hak Cipta Dilindungi

Cerbung.id. Powered by Blogger.