Sepasang Perekam Video Sadis (Eps 3)

Nio membawaku ke tempat sepi dan memakir mobilnya di tempat yang tidak dapat dilihat pengguna jalan. Aku segera bertanya,"Ngapain kita di sini!" Tanpa menjawab pertanyaanku dia memberikan Handycam, "Kau rekam adeganku dengan Nina?"
"Hah?" Aku terkejut. Dia justru pergi dan bersembunyi di semak-semak.

Tidak beberapa lama kemudian, seorang gadis dengan motornya terlihat diikuti oleh dua pengendara pria berboncengan. Pasti gadis itu Nina pikirku. Dia berhenti tepat di mana Nio bersembunyi. Aku segera merekamnnya dari dalam mobil. Pria yang dibelakang turun dan mengacungkan pisau ke arah Nina. Tidak ada perlawanan dari Nina membuat si pria langsung menaiki motor Nina. Tiba-tiba pria itu terjatuh dan terkapar di jalan. Aku menzoom rekaman video dan mendapati Nina menggunakan alat setrum listrik ditangannya. Teman pria langsung menodongkan pistolnya ke arah Nina.

Dooor, suara tembakan memecahkan kesunyian malam. Si pria terkapar, setelah Nio keluar dan menembakan pistol yang dia bawa.

Aku segera keluar dari mobil dan menghampiri mereka. Nina menatapku tajam, aku segera memperkenalkan diri, "Aku pelayannya Nio!"
"Maksudmu pembantu!" Balas Nina.
"Iya, aku Mia perkenalkan!" Jawabku sambil tersenyum dan mengajukan tangan.
"Aku Nina, teruslah merekam!" Jawabnya tanpa bersalaman denganku.
Aku kembali merekam sepasang muda-mudi aneh ini, di mana Nina menutupi sebagian wajahnya dengan rambut panjangnya dan Nio menggunakan jaket abu-abu dengan tudung di kepala sehingga wajahnya tampak gelap.

Layaknya reporter Tv Nina bicara di depan kamera, "Ini bukan video penyiksaan, tapi tutorial menghadapi penjahat. Untuk kali ini begal. Sekarang kita buat begal ini tidak akan bisa melaksanakan aksinya lagi."

Nina merebut handycam dari tanganku dan mengarahkannya kepada Nio, sambil bicara, "Kita gunakan senjata begal dan hukum yang masih hidup!"
Nio menancapkan pisau begal tepat di kedua mata begal saat pingsan. Darahpun mengalir. Nina tertawa, "Tidak adakan begal yang buta. Ahaha'a"

Kamera dimatikan. Nina kemudian menelpon ambulan dengan ponsel penjahat itu. Lalu kami pergi dari sana.

(Bersambung)

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

0 Response to "Sepasang Perekam Video Sadis (Eps 3)"

Post a Comment

Hak Cipta Dilindungi

Cerbung.id. Powered by Blogger.