Perseteruan Dua Psikopat Berbeda Aliran (Eps 6)

Selesai mengubur pria yang mencoba memperkosaku, kak Pad segera masuk ke rumah. Sebelum itu dia mengatakan sesuatu padaku, "Niat untuk melakukan kejahatan sudah cukup sebagai alasan dia pantas dihukum!"
Aku tetap tidak setuju dengan yang kak Pad katakan, "Yang pantas dihukum itu orang yang melakukan kejahatan!" Teriakku pada kak Pad.
Dia memegang kedua bahuku, "Jadi kakak harus biarkan dia merebut keperawanmu dulu lalu membunuhnya!"
Aku terdiam. Lalu bicara,"Kakak yang menjebaknya. Jika kakak tidak merusak pakaianku. Dia pasti tidak akan tergoda dan berniat memperkosaku!" sambungku.

Malam harinya setelah mandi aku beristirahat dengan rebahan di kasur. Aku lupa mengunci pintu kamar alhasil kak Pad main masuk saja. Dia lalu duduk tepat di hadapanku. Tidak beranjak dari kasur aku bicara, "Apa kakak tidak memikirkan nasib keluarganya?"
Sambil membuka buku yang di bawa dia menjawab, "Kejadian sore tadi kakak menirunya dari cerita sadis karanganmu?"
Tentu itu membuatku terkejut. Dia melanjutkan kembali, "Salahmu sendiri membuat ini!"
Dia meninggalkan bukunya, "Jangan hanya menulis di facebook. Kumpulkan juga ke dalam buku seperti yang kakak lakukan pada ceritamu. Biar bisa dibaca setiap saat dan menginspirasi orang lain. Oh iya, kakak kembalikan milikmu!"

Setelah kak Pad keluar dari kamar aku segera mengunci pintu lalu menghancurkan bukunya.

Keesokan harinya. Aku mengunjungi tempat Bobi disekap. Aku mengambil rekaman video penyiksaanku terhadap Bobi. Melihatku masuk dia bertanya, "Sampai kapan aku dikurung di sini!"
"Sampai aku berhasil membawa korban yang kamu perkosa ke sini untuk balas dendam!" Jawabku ngasal tapi sukses buatnya terdiam.

Lalu aku pergi menjauhi rumah tersebut sambil mengupload ke internet video itu dengan ponsel dan menyebarkannya ke media sosial, "Akan ku tunjukan kepada kak Pad, bagaimana cara membasmi penjahat yang tepat yaitu menakut-takuti orang lain di luar sana dengan begitu mereka tidak akan berani melakukan kejahatan yang sama!" Ucapku di dalam hati kemudian ku buang ponselnya.

Tiba-tiba ponselku yang lain berbunyi dari kak Pad, "Kakak mungkin tidak pulang malam ini. Ada gadis gila yang mengupload video penyiksaannya terhadap Bobi ke internet. Kami akan melacaknya!"
Cuma bagian belakangku yang terlihat dalam video. Sehingga kak Pad tidak sadar gadis gila itu aku.
"Apa kakak mau melacakku!" Jawabku yang sepertinya membuat kak Pad terkejut.

(Bersambung)

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

0 Response to "Perseteruan Dua Psikopat Berbeda Aliran (Eps 6)"

Post a Comment

Hak Cipta Dilindungi

Cerbung.id. Powered by Blogger.