Dihampiri Sosok Tidak Dikenal (Eps 8)

Yena sekarang cuma diam. Lebih mudah diatur. Aku bantu Yena naik motor.
"Ziah, tolong tangan Yena bikin memelukku, biar kedua tangannya aku pegang dengan tangan kiriku." Perintah Jaya.
Sebenarnya aku cemburu, saat berboncengan tadi aku tidak memeluk Jaya. Eh malah temanku yang duluan. Tapi, aku benar-benar kasihan melihat Yena jadi seperti itu.
Aku lakukan yang dikatakan Jaya dan memasukan kunci rumahku ke dalam kantong celananya.
"Hati-hati bawa Yenanya ya?" Ucapku. Padahal ingin ngucapin hati-hati Jaya, tapi aku takut kelihatan menyukainya.

Mereka pergi. Aku bahkan tidak percaya bakalan ditinggal sendiri.
Lama Jaya tidak datang. Aku mondar-mandir tidak jelas di luar pagar kuburan. Aku takut, khawatir dan cemas.
Tiba-tiba ada dua pria yang melihatku dari arah kanan. Aku milih jalan kaki ke arah kiri menuju ke rumahku dan relakan gak diantar Jaya. Aku beranikan menoleh ke belakang. Mereka tidak ada. Tubuhku lemas. Aku segera berbalik dan mempercepat langkah kakiku.
"Aduh..." Aku terjatuh setelah menabrak sesuatu. Aku merapikan rambut panjangku dan saatku menoleh ke atas, dua pria itu sudah di depanku.
"Ngapain neng sendirian di sini." Sapanya.
Aku segera berdiri, "Aku mau pulang."
"Biar kami yang antar."
"Aku ada yang jemput?"
"Pacarmu? Mana. Gak ada orang selain kami di sini."
Aku benar-benar ketakutan. Ingin kumenangis rasanya. Jalanku selalu dihalangi mereka. Aku tidak bisa menjauh.
"Ziah, kamu sudah lama menunggu?" Suara tiba-tiba terdengar, yang pasti bukan dari kedua pria itu karena mereka tidak tahu namaku. Tapi tidak mungkin juga Jaya, karna suara motornya tidak ada. Aku melihat sosok ketiga dari belakang kedua pria itu. Tidak begitu jelas.

(Bersambung)

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

0 Response to "Dihampiri Sosok Tidak Dikenal (Eps 8)"

Post a Comment

Hak Cipta Dilindungi

Cerbung.id. Powered by Blogger.