Akhir Penyiksaan Untuk Awal Penderitaan (Eps 1)

Dio pemuda kaya itu bersama dua premannya dengan mudah masuk ke dalam selku. Aku yang dirantai hanya bisa pasrah. Mereka menginjak-injakku seperti sampah. Aku berusaha melindungi wajahku, agar kak Pad masih bisa mengenaliku.

Kedua tanganku dipegang dengan kuat oleh para preman. Mereka membuatku telentang sehingga Dio bisa melihatku dengan leluasa, "Aku tidak merasa puas menyiksamu!"

Aku berharap mereka mengasihaniku. Harapanku pupus saat Dio perintahkan premannya, "Kau bebas melakukan apapun!" Tatapan dengan nafsu mereka arahkan tidak peduli luka yang ada ditubuhku. Mungkinkah hidupku benar-benar hancur.

"Aku tidak membunuh ayahmu!" Teriakku kepada Dio. Kemudian Dio memberikan perintah, "Menjauhlah darinya!"

Seperti biasa Dio menatapku dingin, "Dari awal kau mengaku sekarang mulai mengelak!"
Aku menunduk, "Aku ingin bicara dengan adikmu!" Pintaku.

Dio memberikan telponnya yang terhubung dengan Nio, "Bisakah kau bicara jujur!" Dio langsung mengambil telponnya dan bertanya, "Benar Mia tidak membunuh ayah!"

Dio lalu memerintahkan kembali premannya setelah selesai bicara. "Bebaskan dia!" Perintah Dio membuatku menemukan harapan kembali.

Aku dibebaskan dari penjara secara diam-diam. Aku memilih jalanku sendiri. Menggunakan tongkat aku berjalan sambil menyeret kaki kananku. Aku diserempet mobil saat menyebrang jalan. Seketika orang di sekitar menolongku terutama para lelaki yang melihat tubuhku saja sudah mengira aku adalah gadis yang menarik. Mereka terkejut bahkan menjauh saat melihat wajah dan kulitku yang terdapat banyak koreng. Mungkin mereka mengira aku punya penyakit.

Aku berusaha sendiri untuk bangkit tanpa mengharapkan bantuan. Kemudian beristirahat di pinggir jalan.

Pengguna jalan menjatuhkan uang dihadapanku, merasa sangat hina saat disangka pengemis dibandingkan orang-orang jijik melihatku. Aku segera mengambil uang itu dan memberikannya kepada pengemis di sampingku. Dia yang mempunyai tubuh sehat tercengang.

Di jalan aku melihat Nio, kata kak Pad dia menyukaiku, aku segera membuang muka. Tapi, aku berpikir dalam keadaan seperti ini aku tidak mungkin bisa dapat pekerjaan.

Aku hampiri Nio, "Aku bisa memasak untukmu, mencuci pakaianmu, membersikan rumahmu dan lain-lain. Tak perlu khawatir, lukaku sudah mengering. Ku mohon jadikanlah aku pelayanmu!"

(Bersambung)

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

0 Response to "Akhir Penyiksaan Untuk Awal Penderitaan (Eps 1)"

Post a Comment

Hak Cipta Dilindungi

Cerbung.id. Powered by Blogger.